I'm Ratih.... Indonesian, majoring in computer science, love MotoGP especially Valentino Rossi, I love Doraemon and...
I ♥ BLUE =)
"When your head is in a certain place nobody around to make you safe. Stand strong and you will grow...♥ xoxo
Udah lama banget pikiran saya dikurung, dikotakkan. Dan saya jadi suka kesel dan keki sendiri, tapi mungkin itu proses untuk belajar bagaimana kita menyikapi sesuatu.
Terkadang kita banyak menuntut untuk hidup kita. menuntut untuk lebih bebas melakukan segala hal yang kita inginkan, karena kita beranggapan ini adalah hidup kita. Banyak sekali yang kita inginkan dalam hidup ini, kadang kita lupa untuk bersyukur dengan apa yang kita punya. Sehingga dengan tidak sadar kita melukapan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa membuat hidup kita bahagia. Saya sering menuntut untuk dapat melakukan apa saja yang saya inginkan, karena saya mengganggap ini hidup saya, saya berhak untuk melakukan apa yang ingin saya lakukan. Saya juga sadar saya juga masih kurang bersyukur dengan apa yang saya punya. Saya juga sering menuntut hak lebih untuk hidup saya sendiri. Tapi, saya berfikir hidup saya ini bukan cuma punya saya sendiri. Ya. Ternyata saya hidup bukan hanya untu menunggu mati saja. Sambil menunggu kematian, kita diwajibkan untuk melakukan banyak hal, hal yang baik tentunya. Dan saya sadar, selama ini saya sangat egois danterus menuntut untuk hidup sesuai dengan apa yang saya inginkan padahal hidup saya ini bukan cuma milik saya sendiri. Saya hidup untuk Tuhan yang telah menciptakan saya untuk mematuhi semua yang Dia suruh, dan yang pasti Dia menyuruh untuk selalu dan tiada hentinya untuk bersyukur. Saya hidup untuk orang tua saya yang telah melahirkan saya, membuat dia bahagia dan bangga dan yang terpenting membuat mereka tidak menyesal karena telah melahirkan dan mengurus saya sampai sebesar ini. Saya hidup untuk adik saya, untuk membantu dia menberika nasihat-nasihat yang mungkin sedikit penting tentang hidup mungkin karena saya terlahir lebih dulu ke dunia ini. Saya hidup untuk semua teman teman saya. Untuk membantu mereka saat mereka sedang membutuhkan teman, untuk saling mengingatkan dan untuk saling membantu. Dan saya hidup untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan saya.
Terimaksih untuk Tuhan yang telah memberi kesempatan saya hidup di dunia sampai detik ini, untuk belajar bagaimana saya harus menjalani semua ini. Terimakasih untuk semuanya, banyak sekali pelajaran yang bisa saya dapatkan. Semoga kita semua selalu ingat dan tidak berhenti untuk bersyukur dengan apa pun yang sudah kita raih, semoga kita juga tetap dapat saling mengingatkan. Dan terus belajar, membuat yang negatifnya dan mengambil yang positif nya.
:)
terus. People around us is matter.
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010